Jangan Asal Beli, Ikuti 7 Tips Membeli Smartphone Bekas Ini

Smartphone merupakan perangkat elektronik yang wajib dimiliki di era sekarang. Smartphone benar-benar dapat membantu kita supaya tetap dapat terhubung dengan orang lain meskipun terpisahkan oleh jarak. Anda tetap bisa bercakap-cakap dengan orang yang berada di kejauhan sana menggunakan smartphone. Jarak sudah bukan menjadi halangan lagi. Terlebih setelah ditemukannya teknologi video call, hubungan komunikasi pun semakin mudah.

Cuma smartphone memang memiliki harga yang lumayan mahal. Anda harus merogoh kocek setidaknya Rp 1 juta untuk dapat membeli sebuah unit smartphone yang baru. Bagi orang yang memiliki keuangan pas-pasan, tentu harus menabung cukup lama untuk bisa membeli ponsel pintar ini. Sebagai solusi alternatif, Anda bisa membeli smartphone bekas pakai. Smartphone second ini umumnya dijual dengan harga yang jauh lebih murah.

tips-membeli-smartphone-bekas.jpg

Namun membeli smartphone bekas tidak semudah membeli produk HP yang baru. Anda harus berhati-hati, teliti, dan waspada saat memilih smartphone bekas yang hendak dibeli. Jika tidak, maka Anda bakal salah mendapatkan HP yang sudah rusak atau justru harganya kemahalan.

Kiat I. Beli di Orang yang Anda Kenal

Kami ingatkan sekali lagi bahwa membeli smartphone bekas itu penuh tricky. Tidak selamanya HP yang dari keluar kelihatannya bagus dan mulus berarti kondisinya baik-baik saja. Faktanya memang tidak sedikit oknum nakal yang berjualan HP bekas. Anda akan terjebak dengan bujuk rayuannya yang sudah profesional. Sebaiknya beli smartphone second hanya dari orang yang memang Anda kenal dengan baik. Hindari membelinya di konter HP.

Kiat II. Bawa Orang yang Paham HP

Anda harus bisa menilai diri Anda dengan baik. Termasuk soal pengetahuan Anda pada ponsel pintar yang terus mengalami perkembangan. Smartphone masa kini bukan cuma berfungsi sebagai alat komunikasi saja, tetapi jauh lebih kompleks dari fungsi tersebut. Sehingga tidak heran kalau komponen yang menyusunnya pun semakin canggih. Kalau Anda tak terlalu paham dengan teknologi HP, bawalah orang yang lebih mengerti untuk membantu Anda menganalisis smartphone bekas yang hendak dibeli.

Kiat III. Lakukan Transaksi di Tempat Aman

Kebanyakan orang saat ini mencari HP second melalui sosial media seperti Facebook. Setelah itu, mereka akan melakukan pertemuan di tempat yang telah disepakati untuk bertransaksi. Sebaiknya Anda tetap berhati-hati saat melakukan COD dengan orang yang sama sekali belum Anda kenal. Berpikir positif memang harus kita lakukan, tetapi kita pun tetap wajib waspada. Ada baiknya bertransaksilah di tempat yang aman, di mana ada CCTV di sekitarnya. Misalnya seperti di depan minimarket.

Kiat IV. Cek Kondisi Fisik Handphone

Periksa baik-baik kondisi handphone yang ingin Anda beli. Pastikan keadaannya sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh penjual sebelumnya. Kalau penjual tersebut mengatakan kondisinya mulus, maka fisik HP harus mulus dengan lecet sedikit saja. Maklum namanya bekas pakai. Namun apabila goresan pada HP tersebut sudah cukup banyak, namanya bukan mulus lagi. Apalagi jika ada bagian yang bergaris tebal, retak, rusak, atau bahkan sudah coak berarti kondisi HP sudah minus. Bila Anda tetap mau membelinya, mintalah potongan harga atas kondisi smartphone yang minus tersebut.

Kiat V. Pastikan Semua Fiturnya Berfungsi

Jangan langsung terpesona dengan kondisi smartphone yang mulus ya. Karena bisa jadi si penjualnya memang sengaja telah mengganti cover atau casing handphone tersebut dengan yang baru. Jadi pantas saja kalau kondisinya nampak begitu mulus. Ada baiknya Anda langsung mengecek saja performanya. Cobalah gunakan HP tersebut, mulai dari fungsi yang paling dasar seperti telepon, kamera, internet, GPS, musik, bluetooth, lampu senter, WiFi, hotspot,  sinkron, dan sebagainya.

Kiat VI. Periksa Keaslian Smartphone

Pokoknya dalam membeli smartphone bekas itu Anda tidak boleh langsung percaya dengan apa yang dikatakan oleh penjualnya. Sebab bukan tidak mungkin si penjual memberikan info palsu atas kondisi HP tersebut yang sebenarnya. Kemungkinan yang paling buruk adalah HP tersebut bukanlah produk yang asli, melainkan tiruan. Memang ada banyak beredar loh HP palsu di Indonesia. Kualitas HP tentu tidak sebagus produk aslinya. Kalau memang benar HP tersebut asli, Anda juga harus memeriksa keaslian komponen yang melengkapinya.

Kiat VII. Minta Garansi yang Wajar

Wajib hukumnya meminta garansi kepada penjual saat Anda membeli smartphone bekas. Sebab kondisi HP bekas ini tentu tidak sebagus dengan HP yang masih baru. Meskipun pihak penjual mengatakan kalau HP tersebut tidak bermasalah, Anda tetap harus meminta garansi untuk berjaga-jaga apabila ada masalah yang terjadi di kemudian hari. Anda bisa meminta garansi yang wajar kepada penjualnya.